Niclas Fullkrug Masih Termotivasi Meski Jadi Striker Cadangan Jerman di Piala Eropa

Niclas Füllkrug

Penyerang tim nasional Jerman, Niclas Fullkrug, masih termotivasi meski menjadi striker cadangan di skuad asuhan Julian Nagelsmann pada Piala Eropa 2024 mendatang.

Jerman akan menjadi tuan rumah di turnamen empat tahunan tersebut. Namun Fullkrug tidak akan memimpin di lini depan, karena Nagelsmann memilih Kai Havertz yang akan tampil di starter XI.

Namun Fullkrug tidak mempermasalahkan hal tersebut dan tetap mendukung Havertz untuk mendulang gol guna membawa Tim Panser melangkah jauh di Piala Eropa.

“Penting untuk jujur ​​dan mengembalikan kejujuran itu dalam pembicaraan seperti itu,” katanya tentang diskusi yang dia lakukan dengan pelatih. “Jadi saya memberikan pendapat saya.”

“Pelatih memiliki kekuatan dan mengambil keputusan dan itu adalah cara yang benar. Sejak kami masih menjadi pesepakbola muda, kami diajari tentang kompetisi.”

“Kami memikirkan kompetisi ini dan Anda harus mengingatnya terus-menerus. Ini semua demi hal yang besar dan istimewa. Kami semua berambisi untuk bermain sebanyak mungkin dan memikul tanggung jawab.”

“Kai mendapat dukungan penuh dari saya dan saya berharap dia bisa mencetak semua gol karena itu akan membawa kami maju dalam kesempatan unik yang kami miliki ini.”

Baca juga:

Fullkrug yang kini sudah berusia 31 tahun, baru mendapatkan debutnya di level internasional pada 2022 lalu saat mendapatkan panggilan ke Piala Dunia di Qatar. Ia menjadi debutan tertua Jerman dalam 20 tahun terakhir, ketika tampil untuk pertama kalinya dalam laga persahabatan melawan Oman di usia 29 tahun dan 280 hari.

Namun Jerman tampil buruk sepanjang turnamen dan gugur di babak grup dalam dua edisi beruntun.

“Kami memasuki turnamen dengan perasaan yang baik dan Anda harus mengidentifikasi peran Anda dan tetap menerimanya dan melihatnya sebagai motivasi untuk bekerja agar lebih dari sekadar peran ini dan mendapatkan lebih banyak waktu bermain,” kata Fullkrug.

Pada musim lalu, Fullkrug menjadi salah satu pemain kunci Borussia Dortmund yang mampu mencapai final Champions League lalu, sebelum kalah dari Real Madrid di partai final.

Ia mencetak 16 gol dan 10 asis dari 46 pertandingan bersama Dortmund dan Werder Bremen pada musim 2023-24. 

Sementara itu, Havertz merupakan pemain yang telah digadang-gadangkan akan menjadi pemain bintang sejak muda. Pemain lulusan akademi Bayer Leverkusen tersebut baru pindah ke Arsenal pada musim lalu setelah tiga musim yang tidak memuaskan bersama Chelsea, meski mencetak gol kemenangan di final Champions League.

Ia mencetak 14 gol dan tujuh asis dari 51 pertandingan pada musim lalu bersama the Gunners. Namun ia bermain sebagai gelandang pada paruh musim pertama, sebelum dimainkan sebagai penyerang pada akhir musim.

Baca juga:

Fullkrug menjadi satu-satunya penyerang murni yang dimiliki Jerman di Piala Eropa ini. Sementara Havertz merupakan pemain serba bisa yang bisa menempati beberapa posisi lini tengah, namun bisa juga diberdayakan sebagai penyerang.

“Pada dasarnya bagus untuk memiliki dua tipe striker yang berbeda. Kai adalah striker yang benar-benar berbeda, ditentukan oleh permainan yang berbeda. Kami berdua sangat percaya diri. Saya tidak berpikir banyak tim akan senang bermain melawan kami,” jelas Fullkrug.

Sebagai tuan rumah, Jerman akan melakoni laga pembuka pada Sabtu (15/6) dini hari WIB, melawan Skotlandia di Grup A. Setelah itu Tim Panser akan menghadapi Hungaria dan Swiss.

Sebelum putaran final, Jerman lebih dulu melakoni dua laga persahabatan sebagai ajang pemanasan yang berakhir dengan kekecewaan. Mereka lebih dulu ditahan imbang 0-0 oleh Ukraina, lalu menang 2-1 atas Yunani setelah tertinggal lebih dulu.

“Kami agak lesu (di babak pertama melawan Yunani) yang membuat saya sedikit bertanya-tanya. Hal itu tentu tidak akan terjadi di laga pembuka ini,” kata Fullkrug.

“Akan ada saatnya mereka (Skotlandia) akan bertahan lebih ke belakang. Mudah-mudahan itu tergantung pada performa kami dan bukan lawan.”

“Kami harus punya arogansi tertentu. Kami punya kualitas dalam skuad dan itu bagian dari sebuah tim yang ingin melangkah jauh di turnamen.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *