Declan Rice: Kekalahan dari Islandia, Peringatan Serius untuk Inggris Jelang Piala Eropa

Declan Rice

Declan Rice, gelandang tim nasional Inggris, menilai kekalahan 0-1 dari Islandia di Wembley sebagai peringatan serius menjelang Piala Eropa 2024. Rice mendesak timnya untuk belajar dari kekalahan ini dan memperbaiki performa sebelum turnamen besar tersebut.

Gol awal Jon Dagur Thorsteinsson untuk Islandia membuat Inggris kesulitan meskipun mendominasi penguasaan bola. Kekalahan ini terjadi setelah kemenangan meyakinkan 3-0 atas Bosnia & Herzegovina, menimbulkan tanda tanya mengenai konsistensi tim.

Rice menyoroti pentingnya belajar dari kekalahan ini. “Di dalam hati saya terluka, ada pekerjaan yang harus diselesaikan,” kata gelandang Arsenal tersebut.

“Ketika Anda menguasai bola sebanyak itu, punya beberapa peluang emas, dan kalah 1-0 di kandang sebelum Piala Eropa, itu tidaklah ideal.”

“Tapi saya akan mengambil sisi positifnya. Ada banyak penampilan yang menjanjikan, kami bermain dengan tempo yang bagus, selalu berusaha bermain menyerang. Kami harus sedikit lebih cerdas.”

“Kekalahan ini memang tidak ideal, namun ada pembelajaran bagus yang bisa kami bangun sebagai sebuah tim.”

“Tidak ada keraguan mengenai kualitas kami dalam menguasai bola melawan tim-tim yang bertahan seperti itu, ini tentang menjadi lebih aktif secara mental.”

“Kami sedikit terekspos dengan pers kami dan tidak kompak seperti biasanya.”

“Setiap pertandingan adalah peluang untuk menjadi lebih baik dan kami akan lebih dari siap untuk menghadapi Serbia.”

Baca juga:

Pemain sayap Inggris, Anthony Gordon, memiliki opini yang selaras dengan Rice. Pemain Newcastle United tersebut mengatakan kekalahan ini sebagai kesempatan belajar bagi Inggris untuk menghadapi tim yang bermain defensif.

Dengan laga pembuka Piala Eropa melawan Serbia pada 17 Juni mendatang, Inggris harus segera mengevaluasi kekurangan mereka. Rice dan Gordon sepakat bahwa tim harus fokus pada perbaikan di sepertiga akhir lapangan dan meningkatkan kualitas serangan.

“Ini tidak berjalan sesuai keinginan kami, namun ini adalah gambaran yang lebih besar,” ujar Gordon.

“Ini adalah latihan yang bagus bagi kami, begitulah kemungkinan tim akan bermain melawan kami, jadi semakin sering kami bermain melawan tim seperti itu, dan belajar cara menghancurkan mereka, semakin baik bagi kami untuk memasuki turnamen.”

“Kami kurang berkualitas di sepertiga akhir lapangan. Kami mengendalikan permainan dengan baik dan menekan mereka, namun sedikit kurangnya kualitas di sepertiga akhir membuat kami kecewa.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *