Marco Bezzecchi Tak Kecewa Tak Jadi Calon Pembalap Pabrikan Ducati

Marco Bezzecchi

Pembalap VR46 Marco Bezzecchi tidak keberatan dirinya tidak menjadi calon pembalap pabrikan Ducati pada musim depan. Pembalap Italia 25 tahun ini mengalami penurunan performa yang cukup jauh dibandingkan pada musim lalu.

Bezzecchi merupakan salah satu penantang gelar juara dunia setelah memenangkan tiga balapan di Argentina, Prancis, dan India. Namun akhirnya ia harus duduk di posisi ketiga, di bawah juara dunia Francesco Bagnaia dan runner-up Jorge Martin.

Memakai motor GP23 yang digunakan tim pabrikan pada tahun lalu, performa Bezzecchi terlihat mengecewakan pada enam balapan pertama musim ini, setelah hanya meraih satu podium, dengan berada di posisi ketiga di Jerez. Dibandingkan tahun lalu, ia berhasil meraih dua kemenangan pada enam balapan pertama, termasuk tambahan satu podium.

Situasi ini membuat nama Bezzecchi terpinggirkan dalam perebutan kursi kedua di tim pabrikan Ducati untuk menjadi rekan setim Bagnaia. Martin dan pembalap baru Gresini Marc Marquez menjadi nama terdepan untuk menggantikan Enea Bastianini yang kontraknya akan habis pada akhir musim ini.

Bagnaia, Martin, dan Marquez merupakan tiga pembalap terbaik pada musim ini. Ketiga pembalap tersebut memenuhi podium pada dua balapan terakhir di Prancis dan Barcelona.

Hal inilah yang membuat Bezzecchi tidak kecewa dengan dirinya yang kalah dari Martin dan Marquez dalam perburuan kursi di Ducati. Meski ia berpendapat dirinya layak jika dilihat dengan performa pada 2023 lalu.

“Saya tidak kecewa karena saat ini mereka lebih pantas, jadi itu normal,” kata Bezzecchi.

“Tentu saja, saya menunjukkan hal-hal bagus tahun lalu jadi saya rasa saya juga pantas mendapatkan kursi di tim pabrikan. Namun saat ini wajar jika mereka melihatnya, jadi saya tidak menyalahkan siapa pun.”

“Untuk saat ini target saya adalah kembali dengan sangat kuat. Dengan ini, jika saya mencapainya maka saya akan memiliki lebih banyak kemungkinan untuk mencoba mendapatkan kursi pabrikan yang merupakan target setiap pembalap MotoGP.”

“Martin, pertama-tama, tapi juga Marc dan Bastianini, mereka lebih pantas mendapatkan ini saat ini.”

Baca juga:

Striker Man United Hojlund : ‘Euro Akan Sangat Keren’
Kapten Real Madrid Nacho : ‘Selangkah Lagi Kami Bisa Samai Rekor Gento’
Kylian Mbappe : ‘Saya Bersemangat Dengan Klub Baru Saya’
Man United Pertimbangkan Pertukaran Pemain Dengan Atletico Madrid

Meski bermimpi untuk mendapatkan kursi di pabrikan, Bezzecchi tidak masalah untuk bertahan di tim satelit Ducati, dibandingkan pindah ke tim pabrikan lain yang kurang kompetitif. Apalagi melihat tim asal Italia tersebut yang sudah mendominasi MotoGP dengan menjadi juara konstruktor dalam empat musim terakhir.

“Tentu saja saya punya ambisi untuk berada di tim pabrikan, menjadi pembalap pabrikan, tapi saya juga ingin kompetitif untuk mendapatkan balapan yang bagus,” tambah Bezzecchi.

“Jadi jika saya harus meninggalkan tim saya sekarang untuk menggunakan motor yang kurang kompetitif, saya tidak tahu, karena untungnya Ducati sangat kompetitif jika bukan motor pabrikan.”

“Saya ingin melihat kemungkinan apa yang akan saya miliki, saya harus memikirkannya. Lihat saja.”

Bezzecchi saat ini berada di peringkat ke-10 pada klasemen pembalap MotoGP musim ini setelah meraih 42 poin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *